Tuesday, February 25, 2020

Mitos Yang Merusak Gaya Hidup Sehat


 Tubuh lemah gampang terinfeksi banyak sekali penyakit merupakan kondisi yang banyak orang hindar Mitos yang Merusak Gaya Hidup Sehat

Tubuh lemah gampang terinfeksi banyak sekali penyakit merupakan kondisi yang banyak orang hindari. Untuk mencegahnya, seseorang tidak segan menjalankan pola hidup sehat termasuk rajin konsumsi sayur, buah, dan olahraga.

Meski begitu, ada beberapa mitos yang terkenal dan kerap dipercaya mayarakat awam. Mitos ini sanggup merusak teladan hidup sehat yang dijalani. Berikut klarifikasi pakar nutrisi, Tim Crowe dari Akademi Nutrisi di Deakin University.

1. Latihan sebabkan seseorang makan lebih banyak.

 Tubuh lemah gampang terinfeksi banyak sekali penyakit merupakan kondisi yang banyak orang hindar Mitos yang Merusak Gaya Hidup Sehat

Mitos ini pada jadinya menimbulkan seseorang berfikir olahraga akan meningkatkan berat badan, akhir asupan yang dikonsumsi. Padahal berdasarkan Tim, latihan akan meluruhkan tumpukan lemak yang tidak dibutuhkan dalam tubuh. Berbagai riset membuktikan, olahraga ialah cara terbaik mengurangi lemak di tubuh. Semakin banyak seseorang bergerak, makin berkurang cadangan lemak dalam tubuh.

2. Makanan tanpa kalori bakar lebih banyak energi.



 Tubuh lemah gampang terinfeksi banyak sekali penyakit merupakan kondisi yang banyak orang hindar Mitos yang Merusak Gaya Hidup Sehat

Nyaris tidak masakan di dunia yang tidak mengandung kalori. "Meski sepotong seledri dengan kandungan secara umum dikuasai air, tetap mengandung beberapa kilojoule karbohidrat. Biasanya sekitar 65 kilojoule," kata Tim.

Tim menjelaskan tubuh membutuhkan energi untuk mengolah makanan. Kebutuhan tersebut sama dengan kandungan energi yang ada dalam asupan. Pada jadinya jumlah energi yang masuk sama dengan yang keluar.

3. Metabolisme lambat sebabkan berat tubuh naik.


 Tubuh lemah gampang terinfeksi banyak sekali penyakit merupakan kondisi yang banyak orang hindar Mitos yang Merusak Gaya Hidup Sehat

Sebagian orang menyalahkan metabolisme lambat sebagai penyebab gagalnya diet yang dilakukan. Padahal berdasarkan beberapa riset, metabolisme lambat membutuhkan beberapa kilojoule dari energi simpanan dalam tubuh. Sehingga, metabolisme lambat cenderung meningkatkan pengeluaran energi dari dalam tubuh.

Hal ini pula yang terjadi ketika berat tubuh meningkat akhir simpanan lemak. Saat itu, tubuh memerlukan lebih banyak otot untuk mendukung beban tersebut. Kesimpulannya ialah makin banyak otot yang dibentuk, makin tinggi kecepatan metabolisme kendati sedang istirahat.

4. Olahraga sekeras mungkin.


 Tubuh lemah gampang terinfeksi banyak sekali penyakit merupakan kondisi yang banyak orang hindar Mitos yang Merusak Gaya Hidup Sehat


Untuk memperabukan lemak sebaiknya seseorang berolahraga dengan intensitas rendah hingga sedang. "Intensitas rendah hingga sedang memperabukan lemak dengan persentase lebih banyak. Sedangkan intensitas tinggi memperabukan lemak dalam satuan kilojoule lebih banyak. Intensitas rendah membantu peningkatan berat tubuh dan pembakaran lemak, meski memakan waktu lebih lama," kata Tim.

5. Merokok dan berat badan.


 Tubuh lemah gampang terinfeksi banyak sekali penyakit merupakan kondisi yang banyak orang hindar Mitos yang Merusak Gaya Hidup Sehat


Sebuah mitos mengatakan, tidak merokok menimbulkan peningkatan berat badan. Padahal perokok berat lebih gampang mengalami peningkatan berat tubuh dibanding perokok ringan. Menurut Tim, imej perokok bertubuh kurus dikarenakan pemiliknya kerap menyampaikan kebiasaan tersebut. Padahal merokok memudahkan peningkatan berat badan, dibanding tidak merokok.

0 comments:

Post a Comment