Tuesday, May 26, 2020

Manfaat Khasiat Tomat Untuk Kesehatan Dan Kecantikan

Manfaat Khasiat Tomat untuk Kesehatan dan Kecantikan Manfaat Khasiat Tomat untuk Kesehatan dan Kecantikan
Manfaat dan Khasiat Tomat

Tomat dengan nama latin Lycopersicum esculentum merupakan tanaman yang mempunyai manfaat dan khasiat yang banyak dan lebih sering dikelompokkan dalam jenis sayur-sayuran. Semula, tanaman ini tumbuh liar pada ketinggian 1-1.600dpl diberbagai wilayah di Amerika Selatan, kemudian banyak penduduk yang menanamnya dipekarangan rumah mereka. Setelah masyarakat mencicipi banyak manfaatnya, kemudian dibudidayakan di lading-ladang oleh petani secara professional. Beberapa pedagang kemudian membawa bibit tomat ini berapa negara, sehingga karenanya cepat menyebar ke seluruh dunia. Tanaman yang sering dibentuk jus dan jadi komplemen hidangan nasi goreng ini bersama-sama termasuk tanaman yang berumur pendek. Tomat sangat cocok ditanam di tanah yang subur dengan sinar matahari yang tidak terlalu terik. Tanaman ini cepat busuk jikalau menerima curah hujan yang begitu intensif.

Kita bisa mengonsumsi buah tomat yang sudah matang secara langsung, rasanya manis keasam-asaman dan sedikit agak langu. Lebih yummy lagi jikalau dibentuk jus tomat, dicampur sedikit gula dan ditambah es, rasanya segar dan bisa menghilangkan dahaga. Di samping sebagai bumbu sayur, tomat juga sering digunakan untuk menciptakan sambal. Beberapa perusahaan besar bahkan sudah mengolah tomat menjadi saus dan dipasarkan secara masal. Variasi buah tomat sangat beragam. Ada yang berbentuk bulat(umum dijual di pasar tradisional maupun modern) dengan ukuran tidak terlalu besar dan biasa disebut tomat sayur. Tetapi ada juga yang ukurannya agak besar, bijinya sedikit dan berdaging tebal dengan warna kulit luar merah menyala yang biasa disebut tomat buah.

Berbagai zat penting terdapat dalam kandungan buah tomat ini. Dalam 100 gram buah, pada umumnya terdapat kandungan gizi sekitar 20 mg kalori, 23 mg vitamin C, 27 mg fosfor, 1000 UI vitamin A dan K, 6 mg zat besi, 11 mg kalsium dan 360 mg kalium. Selain itu terdapat juga banyak sekali vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi keseimbangan kesehatan tubu, serta membantu mengatasi banyak sekali macam penyakit antara lain penggumpalan darah, mengatasi kelelahan, dan meningkatkan kuantitas dari jumlah sperma pria. Pada November tahun 1834, Dr. John Cook Bennet dari Willoughby University di Ohio menyimpulkan hasil  penelitiannya bahwa tomat sanggup membantu untuk mengatasi penyakit yang disebabkan adanya gangguan pada pencernaan, penyakit yang bekerjasama dengan empedu, diare, dan membantu dalam memulihkan fungsi liver, serta menyembuhkan penyakit kolera.

Selang seabad kemudian, seorang peneliti asal Jepang telah menguatkan pendapat Dr. John Cook. Peneliti ini telah melaksanakan uji klinis terhadap tomat dan menyimpulkan bahwa tomat sanggup menyeimbangkan fungsi liver. Menurutnya, jikalau kita mengonsumsi buah tomat secara rutin sebanyak 2 kali seminggu, maka akan membantu mengurangi resiko terkena kanker prostat hingga dengan 43%. Buah tomat mengandung zat yang disebut tomatine yang berfungsi mengatasi radang dan anti inflamasi ialah bisa menyembuhkan luka dan jerawat. Vitamin C, zat karoten, dan likopen yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan. Likopen juga bisa menurunkan risiko terkena kanker prostat, tenggorokan, lambung, dan usus besar. Sedangkan kandungan zat asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalamnya bisa melemahkan zat nitrosamine penyebab kanker. Serat yang tinggi dalam kandungan tomat sangat membantu mengatasi penyakit sembelit dan wasir. Sedangkan asam nitrat dalam kandungan tomat bisa membersihkan kulit. Beberapa perusahaan bahkan ada yang memanfaatkan tomat sebagai salah satu materi dasar untuk perawatan kecantikan, menyerupai untuk pembuatan masker dan obat infinit muda.

Sudah kita ketahui betapa banyak manfaat dari buah tomat, namun kita juga harus waspada jikalau akan mengonsumsinya, terutama tomat muda yang masih berwarna hijau. Ternyata, pada tomat terdapat zat Citropin dan Solain dari golongan Glycoalkaloid yang mengandung racun. Jika kita mengonsumsinya, maka akan terasa tidak yummy dan sedikit pahit. Gejala keracunannya ditandai dengan rasa terbakar di mulut, sakit perut, mual, dan muntah. Sebaliknya, tomat matang kondusif dikonsumsi lantaran kandungan Solanin pada tomat tersebut akan berkembang menjadi Solanidin yang tidak berbahaya bagi kesehatan kita. Kita juga tidak dianjurkan mengonsumsi tomat sebelum makan nasi. Jika Anda melakukannya, maka jangan kaget jikalau llambung Anda terganggu dan bisa menjadikan sakit perut. Hal ini bisa terjadi akhir naiknya tekanan dalam lambung. Sebaiknya makan tomat mentah sehabis makan nasi, lantaran efeknya bisa menurunkan kadar asam dalam lambung.

0 comments:

Post a Comment