Sunday, July 12, 2020

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Ingin Membuat Masker Kain Sendiri


Sejak masker bedah langka di pasaran dan harganya melambung tinggi, masyarakat berpindah ke masker kain yang lebih murah. Sejak saat itu pula permintaan masker kain menjadi tinggi. Tidak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk jual masker kain. Berbagai jenis masker kain dijual, mulai yang polos, bercorak, hingga masker fullprint.


Tidak hanya mudah ditemukan dan dibeli, masker kain juga mudah untuk dibuat sendiri di rumah. Anda pun bisa membuatnya. Berbagai tutorial pembuatan masker kain sudah tersebar luas di internet. Anda bisa meniru salah satunya, termasuk tutorial membuat masker kain tanpa menggunakan mesin jahit.

Sebelum mulai membuat masker kain sendiri di rumah, ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Kenali kain yang pas untuk masker
Yang pertama, kenali jenis kain yang efektif untuk masker. Tidak semua jenis kain baik untuk digunakan sebagai masker. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tingkat kerapatannya. Semakin rapat serat kain tersebut, semakin baik digunakan sebagai masker.

Ada beberapa jenis kain yang terbukti efektif dalam menangkal partikel virus termasuk virus corona, yaitu :

-          Kain katun 100%
-          Kain lap
-          Kain penyaring debu
-          Sarung bantal antimikroba

Dari sekian banyak jenis kain yang bisa Anda pakai untuk dibuat masker, Anda disarankan untuk menggunakan kain katun. Kain ini tidak hanya efektif menangkal virus namun juga membuat pemakainya tetap merasa nyaman karena masih leluasa bernapas.

  1. Sesuaikan dengan ukuran Anda
Yang kedua, sesuaikan dengan ukuran Anda. Jangan kebesaran apalagi kekecilan. Buat apa Anda membuat masker kain sendiri jika ukurannya tidak pas sedangkan sudah banyak yang jual masker kain di pasaran? Oleh karena itu, sesuaikan dengan ukuran Anda. Anda bisa membuat polanya lebih dahulu agar lebih pas sehingga bisa menutup hidung, dagu, dan mulut dengan sempurna.

  1. Buat tiga layer
Yang ketiga, buat masker kain dengan tiga layer. Anda bisa membuat dua layer saja dengan kantong yang bisa diisi oleh tisu atau kain filter lainnya. Jadi, Anda tetap membuat masker kain layer tiga.

Kenapa harus tiga layer? Masker kain tiga layer lebih ampuh menangkal droplet daripada masker kain yang hanya satu atau dua layer. Jadi, jumlah layer juga menentukan tingkat efektivitas dari masker kain tersebut.

  1. Pilih bentuk masker yang nyaman digunakan
Yang keempat, pilih bentuk masker yang nyaman digunakan. Ketika mengenakan masker, bagian hidung, mulut, dan dagu harus tertutup rapat. Namun juga pastikan Anda masih bisa bernapas lega selama pemakaian masker. Hal ini penting agar tubuh Anda tetap mendapatkan supply oksigen yang cukup.

Anda bisa coba membeli berbagai macam bentuk masker. Dari sini, Anda bisa menilai bentuk masker yang mana yang paling nyaman digunakan. Bahkan jika mau, Anda bisa memilih masker fullprint agar penampilan tetap stylish.

  1. Tambahkan kawat di bagian hidung
Yang kelima, Anda bisa menambahkan kawat di bagian hidung untuk memastikan bagian ini tertutup rapat. Jadi, bentuknya akan hampir sama dengan masker bedah yang memiliki kawat di bagian hidung.

  1. Pertimbangkan headloop atau earloop
Yang keenam, pertimbangkan bentuk headloop atau earloop. Headloop berarti tali masker dililitkan di kepala sedangkan earloop berarti tali masker dikaitkan di daun telinga. Pilih yang menurut Anda nyaman dan pertimbangkan juga kemungkinan iritasi atau lecet.
Nah, itulah 6 hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat masker kain sendiri. Jika tidak ingin repot, Anda bisa dengan mudah menemukan orang yang jual masker kain. Namun tidak ada salahnya berkreasi sendiri membuat masker yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

0 comments:

Post a Comment